Sabtu, 05 Maret 2016

Rupiah Terus naik ke level 13.000 per USD

Kebijakan   se jumlah negara maju yang memberlakukan suku bunga negatif memberi berkah pada ekonomi di Indonesia. Stabilitas perekonomian yang terjaga, dipadukan dengan  tingkat  bunga  yang menarik,  mampu  mendorong masuknya   investor   asing kembali ke Indonesia. Menko  Perekonomian  Darmin Nasution mengungkapkan bahwa trend pengutan rupiah yang telah berjalan dalam bebe rapa pekan terakhir di kontribusikan   oleh   masuknya dana asing ke dalam negeri. “Kecenderungan  global  memang bunga terus turun dan ini juga merespon penerapan bunga negatif di beberapa negara maju,” ujar Darmin kepada pers di Kantor Menko Pereko nomian Jakarta, kemarin (4/3).
Kurs tengah Bank Indonesia sepanjang perdagangan Jumat (4/3) tercatat sebesar Rp 13.159 http://kursrupiah.net/dibuka-mantap-rupiah-dapat-angin-segar-di-perdagangan-akhir-pekan/2574/
menguat 101 poin di banding kurs tengah sehari sebelumnya yang diperdagangkan di level Rp 13.260 per USD. Sebelumnya kurs rupiah sempat menyentuh level Rp 14.000 per USD pada khir 2015. Dalam kesempatan kemarin, Darmin mengung kapkan bahwa sejatinya tingkat suku bunga di dalam negeri juga mulai ada trend penurunan, seiring dengan  semakin  bagus nya ekspektasi  pelaku usaha terhadap perekonomian Indonesia. 
“Tapi, meski sudah turun masih relatif tinggi. Ekonomi juga diniai tumbuh dan terus membaik sehingga para pemilik  dana  menganggap investasi di Indonesia sangat menjanjikan. Uangnya masuk kesini  sehingga rupiah menguat,” katanya.
Sementara Gubenur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai penguatan rupiah   ini   merupakan cerminan dari pere konomian Indonesia  yang  membaik. “Pengamatan kami, ekonomi domestik terus menunjukkan kondisi yang baik, pada saat perekonomian global belum pulih,” kata Agus. Langkah pemerintah terus melakukan  deregulasi  dengan sejumlah paket ekonomi terbaru mendorong perekonomian  terus  membaik,
seiring dengan masuknya investor yang mampu menopang  pertumbuhan ekonomi. “Ekonomi  domestik  terus menunjukkan kondisi yang baik berkat campur tangan  pemerintah.  Belanja  pemerintah  cukup bagus sepanjang 2015 dan memberi kontribusi yang cukup besar pada pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu,” ungkap Agus. Pulihnya ekonomi Indonesia sepanjang 2015 di perkirakan  akan  terus  berlanjut tahun ini.  “Di 2016 ini juga seperti itu, lagi-lagi realisasi anggaran di awal tahun menunjukkan yang baik  dan  kita  harapkan swasta juga akan mengikuti agar mampu menggerakan perekonomian,”    harap Agus.
sumber: radar surabya