Astra International Tbk (Grup Astra) mengembangkan sayap bisnisnya dengan menggarap banyak proyek pembangkit listrik mulai tahun depan. Prospek yang menarik dan kebijakan pemerintah yang mendukung menjadi alasan perseroan merambah lini bisnis ini. Direktur Grup Astra,persen saham PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, pengelola Pelabuhan Eastkal Supply Base di Kalimantan Timur. Nilai pembangkit listrik Astra akuisisi sebesar Rp 600 miliar. Luasnya sebesar 87 hektar (ha). Namun, kata Tira, pihaknya tidak akan berhenti pada proyek Penajam saja. Tetapi, juga mengincar proyek pelabuhan lain. Menurut pengakuan Tira, hingga saat ini, pihaknya belum melakukan negosiasi dengan pihak manapun terkait hal itu. Kemudian, melalui PT Pamapersada Nusantara, anak usaha
PT United Tractors Tbk (UNTR), tengah mengikuti tender dua pembangkit listrik mulut tambang di Sumatera. Proyek n pemerintah terhadap proyek-proyek infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dalam negeri, menjadi angin segar bagi PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang serisu menggarap proyek-proyek infrastruktur dalam negeri, termasuuk proyek milik pemerintah. Setelah berambisi menggarap proyek pelabuhan Cilamaya di Karawang, perseroan melalui anak usahanya PT Astratel Nusantara, mengincar proyek pembangkit listrik (power plant) berkapasitas minimal 100 megawatt (MW) tahun ini. Nilai investasi diperkirakan sekitar US$ 150-200 juta. Selain Astratel, anak usaha Astra International lainnya, yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR), juga membidik proyek power plant.
Namun, United Tractors lebih dahulu masuk ke bisnis power plant daripada Astratel. Pada akhir 2014, United Tractors mengikuti tender proyek pembangkit listrik senilai US$ 900 juta. Direktur Astratel Arya N Soemali mengatakan, keingina berkapasitas 2x300 mega watt (MW). Proyek ke dua memiliki kapasitas 2x150 MW Djoko Pranoto mengatakan peluang swasta di proyek 35 ribu Mega Watt (MW) sangat terbuka lebar untuk lima tahun ke depan. Pasalnya, pemerintah info bisnis nasional menjatahkan porsi penyediaan listrik oleh swasta melalui skema pembelian listrik (Power Purchase Agreement/PPA) sebesar 30 ribu MW atau 85,7 persen dari total daya listrik yang dicanangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar