Rabu, 27 Januari 2016

rupiah turun lagi hari ini

Analis Wells Fargo & Co, Eric Viloria menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah beriringan dengan penurunan mata uang di Asia lainnya. Won Korea, Baht Thailand, dan juga Ringgit malaysia juga tertekan. Laju rupiah pada hari ini diperkirakan sulit menguat jika sentimen pelemahan Euro dan harga minyak mentah masih berlanjut maka akan baca: minim data domestik, rupiah ditutup terkulai 18 poin mengurangi potensi untuk rebound. Harapan penguatan lanjutan rupiah terpatahkan kemarin sehingga hari ini diprediksi akan kembali melanjutkan pergerakan negatifnya. \"Namun demikian, kami harapkan jika terjadi pelemahan maka dapat lebih terbatas agar tidak membentuk tren pelemahan yang dalam,\" ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu
(27/1/2016). Dia memprediksi rupiah melemah terbatas di support Rp13.915/USD serta resisten Rp13.890/USD. Dia menjelaskan setelah pidato Mario Draghi selaku perwakilan Europe Central Bank (ECB) yang menyatakan ada celah untuk memberikan tambahan stimulus pada pertemuan rapat selanjutnya di bulan Maret, dolar Amerika Serikat (USD) pun makin perkasa. Kurs rupiah terhadap dollar AS kian tertekan. Pada perdagangan hari ini, Kamis (3/9), 1 dollar AS setara dengan Rp 14.160 menurut data dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Posisi ini lebih rendah ketimbang kemarin yang berada pada Rp 14.127 per dollar AS. Di pasar spot, nilai tukar rupiah berada di level
Rp 14.165 per dollar AS. Ini merupakan level terlemah rupiah sejak Agustus 1998. Kurs di perbankan komersial sudah mencapai Rp 14.275 per dollar AS. Rupiah melemah 13,7 persen dari awal tahun. Pelemahan mata uang di Asia ini terjadi karena penguatan dolar AS yang didorong karena kembali jatuhnya harga minyak dunia ke level di bawah US$ 30 per barel. \"Saat ini memang semua sedang tertuju ke harga minyak. Namun sesudah itu, semua akan kembali melihat ke fundamental ekonomi,\" tuturnya. Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan, rupiah masih terancam harga minyak, imbal hasil terus turun. \"Rupiah melemah tipis hingga Senin sore
setelah sebelumnya menguat mengikuti penguatan harga minyak hingga akhir pekan lalu,\" jelasnya\"Hari ini dollar berpotensi bergerak menguat. Rupiah diprediksi masih sulit menguat untuk perdagangan hari ini. Menguatnya dollar AS di pasar global didorong oleh membaiknya sektor tenaga kerja AS. Adanya peningkatan harapan pelaku pasar terkait dengan kenaikan suku bunga acuan The Fed diperkirakan akan menambah tekanan terhadap rupiah. Di sisi lain, pemerintah sedang merumuskan paket stimulus ekonomi yang info kurs haari ini berpotensi dapat menahan pelemahan rupiah dalam jangka pendek,\" kata analis BNI Treasury Trian Fitria. Selain itu, kekhawatiran pelaku pasar atas pelemahan ekonomi Tiongkok ikut menambah tekanan terhadap rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar