Sabtu, 18 Juni 2016

FCTC Membaut Cemas Pelaku Industri Tembakau

SURABAYA –Industri tembakau  berharap  agar pemerintah tidak merati­fikasi aturan Framework Convention  on  Tobacco Control  (FCTC)  atau  ke­rangka kerja pengendalian tembakau. Pasalnya, jika aturan tersebut diterapkan maka diyakini bisa meng­ancam  keberlangsungan industri dan hasil temba­kau nasional.
Ketua Umum Aliansi Ma­syarakat   Tembakau   In­donesia  (AMTI)  Budidoyo mengatakan, FCTC tak bisa dilihat dari aspek kesehatan saja.   Ia   menilai,   aspek industri   juga   harus   di­ perhatikan. Saat ini, industri hasil dari tembakau mampu menyerap sekitar enam juta tenaga   kerja   langsung maupun tidak langsung.
”Jika  FCTC  diratifikasi dan  disahkan,  maka  jelas akan mengancam para pe­kerja  yang  menggantung­ kan  hidupnya  dari  tem­bakau. Belum lagi temba­ kau juga menjadi penting bagi  negara  karena  sum­bangan cukainya yang be­sar,” kata Budidoyo di Sura­baya, Kamis (16/6) petang. http://kursrupiah.net/antisipasi-arus-mudik-lebaran-daop-vi-yogyakarta-tambah-gerbong-kereta/4164/
Budidoyo  melanjutkan, sebenarnya Indonesia tak perlu  menerapkan  FCTC seperti halnya negara lain. Itu  karena  Indonesia  su­dah  memiliki  Peraturan Pe merintah No. 109/2012 tentang  pengamanan  ba­han yang mengandung zat adiktif berupa produk tem­bakau bagi kesehatan. ”Peraturan  ini  sudah mengadopsi  sebagian  be­sar  pasal-pasal  yang  ada dalam panduan FCTC. Se­lain itu, beberapa peratur­an menteri juga sudah pu­la diterapkan dalam rang­ka  mengawasi  dan  me­ ngen dalikan  dampak  ro­kok,  terutama  bagi  kese­hatan,” tuturnya.
Sementara   itu,   Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno  meminta  pemerintah Indonesia  melihat  negara lain yang sudah menerapkan aturan FCTC. Dalam aturan tersebut, mereka ditekan un­tuk  menerapkan  kemasan rokok   polos,   pelarangan penggunaan cengkih dalam rokok, dan konversi tanaman tembakau.
”Bayangkan jika aturan itu sampai diterapkan di Indonesia. Aturan aturan itu  dapat  menimbulkan gejolak  di  dalam  masya­rakat.  Pasalnya  banyak petani  cengkih  dan  tem­bakau. Selain itu juga bisa mematikan industri hasil tembakau nasional yang di dalamnya terdapat jutaan pekerja  yang  hidup  dari industri ini,” pungkas Soe­seno

sumber: radar surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar