Sabtu, 25 Juni 2016

Pemkab gresik bagikan santunan untuk masyarakat kurang mampu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat tidak mampu. Setelah membagikan bantuan kepada masyarakat di seluruh kecamatan yang ada di Gresik. Kini, Pemkab kembali memberikan santunan kepada 591 anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Dari 591 orang yang menerima santunan dan bingkisan terdiri dari anak yatim sebanyak 50 anak, janda lansia 25 orang, pasukan taman 130 orang, pasukan kebersihan 280 orang, pasukan draenase 71 orang, pasukan bina marga 25 orang dan pasukan PJU 10 orang. http://kursrupiah.net/dolar-as-dibayangi-brexit-rupiah-berpeluang-rebound/4110/
Ketua II TP PKK Kab Gresik Nur Azizah menjelaskan kegiatan rutin tahunan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum duafa. “Melalui bakti sosial, santunan anak yatim, dan pembagian bingkisan untuk pasukan kebersihan ini kami ingin menunjukan kepedulian kami kepada masyarakat tidak mampu,” ujarnya.
Semoga dengan satunan dan bingkisan ini bisa sedikit membantu memberikan kebutuhan anak yatim dan keluarga kurang mampu dan menjalin kebersamaan ukhuwah islamiyah antar sesama muslim. Memang isi dari bingkisan ini tidak seberapa bila di banding dengan kiprah para pasukan.
 “Namun setidaknya bisa memberikan keringanan dalam menyambut bulan suci ramadhan, adapun bingkisan nya berupa, beras, minyak , biskuit kaleng, mie instan,” pungkas dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moh Qosim di tengah- tengah kaum dhuafa mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada para pasukan kuning. “Kami berharap kebersamaan yang telah kita jalin selama ini bisa lebih di tingkatkan, agar kedepan Gresik semakin maju,” pungkas dia.

sumber: radar gresik

puluhan mahasiswa UGM melaksanakan KKN di pulau bawean

Puluhan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta menghadap Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Mereka berpamitan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Peromaan Kecamatan Tambak Pulau Bawean. Para mahasiswa ini terdiri dari 12 orang mahasiswa dari jurusan Agro Pertanian, 3 mahasiswa dari Kedokteran dan kedokteran gigi, 8 Mahasiswa dari jurusan Sains Tehnik dan 8 mahasiswa lain dari jurusan Sosial dan Hukum.
Mereka yang dipimpin guru besar UGM, Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Si. Dan hadir mendampingi Sambari, Kepala Bapeda Gresik Tugas Husni Syarwanto, Kepala Dinas Pertanian Gresik, Agus Joko Waluyo, Kepala Bapeluh, Labat Wibowo dan Kepala Ketahanan Pangan, Wasti Andari. Pertemuan digelar di ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik. http://kursrupiah.net/bursa-saham-asia-anjlok-imbas-kekhawatiran-brexit/4115/
Sambari menitipkan beberapa pesan dan bahkan membekali mahasiswa dengan bibit sayur mayur. Hal ini menyikapi pertanyaan mahasiswa yang membaca data tingkat konsumsi sayur masyarakat Bawean yang rendah. “Di Bawean produksi ikan sangat tinggi. Memang disana ada komoditi sayur mayur tapi tidak terlalu beragam seperti di Jawa. Agar para Mahasiswa ini bisa mengembangkan sayur mayor ini serta dapat memotivasi masyarakat untuk konsumsi sayur” kata Sambari.
Sambari meminta kepada para Mahasiswa agar meneliti tanaman holtikultura. “Agar budidaya holtikultura bisa dikembangkan dengan model yang lebih maju dari yang ada sekarang” katanya.
Untuk pembangunan fisik, mahasiswa tehnik diminta meneliti pembangunan jalan yang ada di sana. Lantaran baru-baru ini ruas jalan lingkar Bawean (JLB) amblas karena air hujan.”“Kami minta kepada mahasiswa teknik untuk meneliti dan menemukan hal yang penting untuk memperbaiki keadaan” pinta Sambari.
Endah dari jurusan Pariwisata menanyakan bagaimana bila ada wisatawan asing berkunjung ke Bawean dan mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan budaya setempat. Sambari menjawab, akan membuat aturan berupa perda tentang kearifan lokal.“Kalau di tempat wisata yang lain para pengelola wisata bisa menerapkan busana tertentu untuk masuk lokasinya, maka Bawean juga harus bisa” ujar Sambari.

sumber: radar gresik

Rumah makan pak D - Gresik

 Bisnis kuliner di Gresik memang sedang naik daun. Untuk menarik minat kon- sumen, rumah makan (RM) Pak D menawarkan konsep menarik. Yakni makan sepuasnya dengan hanya bayar satu paket. Konsep ini terbukti mampu memikat hati warga Gresik. Erik Marsudi Utomo, pemilik RM Pak D mengungkapkan, Gresik merupakan gerai kesembilan dari jaringan rumah makan miliknya. Seperti gerai di Surabaya dan Sidorarjo, konsep yang diusungmasih sama yakni pelanggan dibebaskan menikmati makanan sepuasnya.
Semua serba sepuasnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Gresik yang memang konsumtif dan menyukai kulinari ini. Dijelaskan, makan sepuasnya meliputi menu nasi putih, es teh dan es jeruk, cah kangkung, sup special, urap-urap, tahu, tempe, es jeruk, sambal serta menu lainnya. Ini sempat membuat konsumennya terheran-heran. http://kursrupiah.net/harga-sembako-melejit-kendali-pemerintah-lemah/4119/
Selain sepuasnya, lanjut Erik, dia menawarkan hadiah bagi pengunjung rumah makan. Di antaranya, ibadah umrah, uang tunai puluhan juta, sepeda motor hingga paket wisata menarik lainnya. “Ini diundi untuk sembilan outlet Pak D yang ada,” jelasnya.
Uniknya lagi, Rumah Makan satu ini memberikan konsep menarik dengan adanya paket makan gratis. Namun, paket ini terbatas 25 porsi setiap harinya. Menurut Erik, asal konsumen senang, pihaknya bisa memberikan layanan- layanan gila lainnya yang membuat konsumen semakin dekat dan nyaman. “Bersyukur, sejauh ini masyarakat menyambut antusias konsep yang kita usung,” lanjutnya.
Dianita Devi Putri, salahsatu pengunjung RM Pak D mengaku, tempatnya nyaman dan paket yang disuguhkan ini menggiurkan. “Yakni serba sepuasnya,” ujar Dianita. Menurutnya, konsep unik menjadi nilai plus untuk bisa mengadakan makan bersama.
Terlebih di bulan Ramadan bersama rekan kerja atau teman, ia memilih paket serba sepuasnya. “Banyak hadiah menarik juga, jadi rasa kualitasnya dapat, kepuasan makan dan hiburan hadiah juga ada,” ujar perempuan asal Jaksa Agung ini.

sumber: radar gresik

dua BUMN gresik gelar pasar murah

 Dua BUMN berbasis di Gresik, PT Semen Gresik dan PT Petrokimia Gresik menggelar pasar murah. Acara yang dikemas dalam kegiatan BUMN Peduli 2016 dilaksanakan di Wisman Semen Gresik dan kawasan nelayan, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Kota. Direktur Komersial PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Ainur Rosyidi mengatakan, Pasar Murah 2016 dan Santunan Anak Yatim ini berada di bawah koordinasi Kementerian BUMN. Ini menjadi rangkaian acara Safari Ramadhan BUMN 2016 yang diselenggarakan 154 BUMN di 538 wilayah di Indonesia. Dikatakan, pada pasar Murah 2016, Semen Indonesia menyediakan 35.700 paket sembako. Paket itu dibagikan secara proporsional di setiap wilayah. Khusus kabupaten Gresik berjumlah 5.000 paket.http://kursrupiah.net/inggris-memutuskan-keluar-uni-eropa-goyah/4274/
“Setiap paket sembako ini bernilai Rp 150.000. Namun kami menjualnya dengan harga Rp 25.000. Hasil penjualan paket sembako ini akan disalurkan untuk rumah ibadah di sekitar perusahaan,” ujar Ainur.
Selain pasar murah, Perseroan juga menyalurkan santunan kepada anak- anak yatim di titik-titik operasional Perseroan kepada 5.990 anak senilai total Rp 599 juta. Dengan digelarnya kegiatan ini, SI berharap dapat mendekatkan diri dan menjaga tali silaturahim dengan masyarakat sekitar.
Ditempat terpisah, Direktur SDM dan Umum PT Petrokimia Gresik, Rahmat Pribadi mengatakan, paket sembako yang diberikan oleh Pupuk Indonesia berisi 10 kg beras, 2 kg minyak goreng dan 2 kg gula pasir dengan harga pasaran Rp 162 ribu. Namun oleh panitia, dijual dengan harga tebus Rp 25 ribu menggunakan sistem kupon
“Kegiatan sembako murah di Gresik ini kami gelar pada beberapa kantor kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Gresik Kota,”ujarnya.
Rahmat berharap, program ini bisa memberikan manfaat kepada masya- rakat yang membutuhkan. “Semoga melalui kegiatan ini membawa berkah sehingga dapat mengembangkan usahanya lagi yang kemudian akan memberikan manfaat yang lebih besar lagi kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moch Qosim yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi langkah sinergi BUMN yang telah menggelar pasar murah tersebut. “Pasar murah ini sangat membantu masyarakat ditengah tingginya kebutuhan jelang lebaran,”ujar Qosim.

sumber: radar gresik

mendekati lebaran, pusat perbelanjaan di sidoarjo mulai ramai

KOTA - Lebaran tinggal menghitung hari. Pusat-pusat perbelanjaan di Sidoarjo mulai diramaikan warga. Mereka membeli berbagai perlengkapan untuk menyambut Idul Fitri. Seperti biasa, pusat-pusat perbelanjaan menawarkan diskon beragam. Mulai 20 persen hingga 70 persen. Ada juga promo beli satu gratis satu atau beli dua gratis satu. Hampir semua barang diberi label diskon. Mulai pakaian, tas, sepatu, hingga alat make-up. http://kursrupiah.net/harga-motor-honda-terbaru-semua-tipe-otr-2016/4237/
Salah seorang pramuniaga di salah satu mal di Jalan Pahlawan, Rizky Nur, masyarakat mulai ramai memadati pusat perbelanjaan saat menjelang magrib. “Belanja sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa,” katanya kemarin.
 Meski pengunjung sudah berjubel ketimbang awal Ramadan, Rizky menyebutkan keramaian ini belum mencapai puncaknya. Dari tahun-tahun sebelumnya, puncak keramaian pengunjung biasanya terjadi pada H-7 hingga 3 H-3. Dari sekian banyak pilihan produk, yang menjadi favorit adalah baju muslim.
Meta Hardiyanto, warga Desa Bluru Kidul, mengatakan, dirinya sengaja menunggu satu pekan sebelum Lebaran untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Selain banyaknya diskon, tunjangan hari raya (THR) pun sudah keluar. “Saya sengaja menunggu THR keluar dulu agar bisa belanja banyak sekalian,” ujarnya. Datang bersama suaminya, kemarin, Meta memborong beberapa baju muslim dan celana. Tentu saja, yang diburunya adalah barang-barang yang memiliki label diskon.

sumber: radar sidoarjo

BNN sidoaarjo lakukan tes urin terhadap sopir bus di terminal purabaya

Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo, Polres Sidoarjo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya melakukan pemeriksaan kesiapan armada angkutan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kemarin (24/6), puluhan sopir bus baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan  Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dites urine di Terminal Purabaya.
Dipimpin oleh Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo AKBP Supriyanto dan dari Kasatnarkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tribawanto, para sopir bus dipilih secara acak untuk dites urine-nya itu. Dari 20 yang melakukan tes, 17 di antaranya adalah sopir AKAP dan tiga orang sisanya merupakan AKDP. Hasilnya, semua sopir dinyatakan negatif mengkonsumsi narkoba. “Tidak ada yang positif. Kami memang mengutamakan sopir yang perjalanannya jarak jauh,” terang Supriyanto.
Ia menjelaskan sopir bus jarak jauh lebih lebih rentan melakukan penyalahgunaan narkoba. “Mungkin saja ia menkonsumsi narkoba supa ya tidak ngantuk,” jelasnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa membantu menciptakan suasana mudik lebaran yang kondusif. “Supaya penumpang merasa aman,” tuturnya. http://kursrupiah.net/dolar-kembali-menguat-jelang-referendum-uni-eropa-laju-rupiah-bisa-tertahan/4226/
Sementara itu, keamanan di Terminal Purabaya menjadi prioritas bagi arus mudik dan arus balik Lebaran. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya bersama pihak kpolisian memeriksa kesiapan armada angkutan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Secara rutin, kesiapan ar mada bus dicek. Bagi bus yang tidak memenuhi persyaaratan laik jalan, akan dikeluarkan dari ter- minal di Desa Bungurasih, Waru, ini.
 Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan bus yang dikeluarkan tanpa penumpang itu jika armada bus tidak dilengkapi dokumen administrasi serta alat kelengkapan fisik armada.

sumber: radar sidoarjo

Quest Hotel Surabaya

SURABAYA –Quest Ho­tel  Surabaya  selalu  me­nyuguhkan hal-hal mena­rik dan baru. Setelah hadir dengan promo all you can eat buffet lunch and dinner seharga Rp 50.000++/per­son, Quest Surabaya mulai awal  bulan  ini  memper­kenalkan pool corner .
“Jika di promo sebelum­nya kami mengombinasi­kan aneka masakan Indonesia dengan angkringan ala Quest seperti sego ju­des, ronde, dan angsle di Cristal Café,  kali ini kami memberikan    suguhan yang  yang  tidak  terlalu berat di outlet baru kami,” jelas   Sales   Executive Quest   Hotel   Surabaya Rendy Eka.
Pool corner yang terletak di lantai dua dan berha da­pan persis dengan kolam renang Quest Hotel Sura­baya ini menjual beragam pastry,  kue,  serta  minu­man  ringgan  yang  dapat dipesan atau dipilih lang­sung tamu hotel yang ter­letak di Jalan Ronggolawe 27 – 29 Surabaya ini. De­ngan adanya stan khusus snack yang  ada  di  dekat pool memudahkan  tamu hotel tidak perlu turun ke bawah   untuk   sekedar nyemil pasca berenang. http://kursrupiah.net/insiden-penembakan-natuna-china-seret-indonesia-dalam-konflik-laut-china-selatan/4231/
Food  and  Beverage  Ma­nager Quest Hotel Surabaya Agus Nurjana mengungkapkan bahwa pool corner tidak harus dinik mati para tamu sehabis berenang saja. Tamu yang  ingin  bersantai  atau menikmati view di area pool dengan atmosfer cantik ini juga bisa memesan makanan atau minuman kreasi execu­tive chef Quest Hotel Suraba­ya.
Pool corner sendiri akan dibuka  setiap  hari  mulai pukul 09.00 hingga 21.00.
Selain mengenalkan out­let baru, di hari yang sama Quest Hotel Surabaya juga melakukan aksi social ter­ hadap sesama dengan do­nor darah. Aksi sosial ke­tujuh kalinya ini menjadi salah satu kegiatan rutin Quest Hotel Surabaya un­tuk menunjukkan bahwa  tidak hanya berkreasi de­ngan  menu,  tetapi  juga bentuk care terhadap orang-orang  yang  mem­butuhkan. Sedang  pada  Ramadan tahun ini, Quest Hotel Su­rabaya juga telah menyiap­kan berbagai promo spesial. Mulai  dari room  pack age hingga  buka  puasa  lezat yang dapat dinikmati bersa­ma keluarga, teman, mau­ pun pasangan.

sumber: radar surabaya

Sabtu, 18 Juni 2016

Ponpes "MAS" Desa Krembangan, Sidoarjo

Persis di tepi Sungai Brantas, Dusun Dungduro, Desa Krembangan, Kecamatan Taman, berdiri Pondok Pesantren Mas. Ponpes ini tergolong baru karena didirikan pada 21 Rabiul Awal 1421 Hijriah atau 21 Juni 2000. Para kiai yang tercatat sebagai pendiri antara lain KH Muslich Bin Ali (almarhum), KH Mas Nur Mufid, MA Bin Ali Bin Hanbali, Nailil Muna Binti Toha (istri Ali Bin Hanbali), Dr H Abdul Mujib, KH M Hilmi Bin Ali Bin Hanbali, dan KH Abdul Jalil Bin Baqir. Pelan tapi pasti, ponpes ini terus menarik minat para santri dari berbagai pelosok Jawa Timur, bahkan kota-kota lain di tanah air. Mengapa memilih nama Mas? Nur Mufid, pendiri dan pengurus Ponpes Mas menjelaskan, kata ‘Mas’ mudah diucapkan dan disukai banyak orang seperti mas (emas). Karena itu, tujuan ponpes ini adalah untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan mendewasakan para santri. Itu semua melalui proses takziyah dan tanwir (penyucian dan pencerahan), tilawah, talqin, dan takwid (pembacaan teks suci, indoktrinasi nilai, dan pembiasan atau praktik-praktik perilaku islami); dan proses taklim dan tadris (pembelajaran dan transformasi pengetahuan). http://kursrupiah.net/pemangkasan-bi-rate-direspon-positif-rupiah-tutup-akhir-pekan-di-zona-hijau/4180/
Pendidikan di Ponpes Mas ini sangat mengutamakan kemandirian. “Jadi, setelah lulus mereka mampu mandiri dan berguna di masyarakat,” katanya kemarin. Sehari-hari hampir semua kegiatan ponpes diserahkan kepada para santri. Contohnya memasak. Baik santri maupun santriwati dibagi beberapa kelompok masing-masing delapan orang. Setiap harinya mereka harus menyajikan makanan untuk semua santri. “Tapi masih ada koki sebagai pengawas,” ungkapnya. Selain itu, para santri juga diserahi hewan ternak seperti ayam, kambing, dan sapi untuk dijaga dan dirawat. “Mereka sendiri yang memberi makan,” tuturnya.
Dengan begitu, para santri dibekali keberanian, kejujuran, dan akhlak agar mampu merdeka. “Merdeka di sini berarti seutuhnya. Merdeka politik, ekonomi, dan sosial,” ungkapnya.
Pada 2007 Ponpes Mas mendirikan Madrasah Nasyiíin PP Mas. Yakni program paket pendidikan selama enam tahun secara berkelanjutan. Tujuan- nya agar para santri dididik secara spiritual, emosional, moral, intelektual, jasmani, dan potensi sosial. “Jika sudah menginjak kelas empat hingga tingkat aliyah, mereka menggunakan bahasa Arab,” katanya.

FCTC Membaut Cemas Pelaku Industri Tembakau

SURABAYA –Industri tembakau  berharap  agar pemerintah tidak merati­fikasi aturan Framework Convention  on  Tobacco Control  (FCTC)  atau  ke­rangka kerja pengendalian tembakau. Pasalnya, jika aturan tersebut diterapkan maka diyakini bisa meng­ancam  keberlangsungan industri dan hasil temba­kau nasional.
Ketua Umum Aliansi Ma­syarakat   Tembakau   In­donesia  (AMTI)  Budidoyo mengatakan, FCTC tak bisa dilihat dari aspek kesehatan saja.   Ia   menilai,   aspek industri   juga   harus   di­ perhatikan. Saat ini, industri hasil dari tembakau mampu menyerap sekitar enam juta tenaga   kerja   langsung maupun tidak langsung.
”Jika  FCTC  diratifikasi dan  disahkan,  maka  jelas akan mengancam para pe­kerja  yang  menggantung­ kan  hidupnya  dari  tem­bakau. Belum lagi temba­ kau juga menjadi penting bagi  negara  karena  sum­bangan cukainya yang be­sar,” kata Budidoyo di Sura­baya, Kamis (16/6) petang. http://kursrupiah.net/antisipasi-arus-mudik-lebaran-daop-vi-yogyakarta-tambah-gerbong-kereta/4164/
Budidoyo  melanjutkan, sebenarnya Indonesia tak perlu  menerapkan  FCTC seperti halnya negara lain. Itu  karena  Indonesia  su­dah  memiliki  Peraturan Pe merintah No. 109/2012 tentang  pengamanan  ba­han yang mengandung zat adiktif berupa produk tem­bakau bagi kesehatan. ”Peraturan  ini  sudah mengadopsi  sebagian  be­sar  pasal-pasal  yang  ada dalam panduan FCTC. Se­lain itu, beberapa peratur­an menteri juga sudah pu­la diterapkan dalam rang­ka  mengawasi  dan  me­ ngen dalikan  dampak  ro­kok,  terutama  bagi  kese­hatan,” tuturnya.
Sementara   itu,   Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno  meminta  pemerintah Indonesia  melihat  negara lain yang sudah menerapkan aturan FCTC. Dalam aturan tersebut, mereka ditekan un­tuk  menerapkan  kemasan rokok   polos,   pelarangan penggunaan cengkih dalam rokok, dan konversi tanaman tembakau.
”Bayangkan jika aturan itu sampai diterapkan di Indonesia. Aturan aturan itu  dapat  menimbulkan gejolak  di  dalam  masya­rakat.  Pasalnya  banyak petani  cengkih  dan  tem­bakau. Selain itu juga bisa mematikan industri hasil tembakau nasional yang di dalamnya terdapat jutaan pekerja  yang  hidup  dari industri ini,” pungkas Soe­seno

sumber: radar surabaya

Kamis, 16 Juni 2016

mengurus Izin Mendirikan bangunan di surabaya

 Kabar gembira bagi warga Kota Surabaya yang ingin me­ngurus  izin  mendirikan bangunan  (IMB)  rumah tinggal. Kini, warga tidak perlu lagi mengurus IMB ke  Unit  Pelayanan  Ter­padu Satu Atap (UPTSA) di  Jalan  Tunjungan,  me­lainkan bisa langsung ke kecamatan. Hal itu seperti diung kap­ kan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota  Surabaya  Erri  Cah­yadi, Rabu (15/6). Menurut Erri, pemkot baru saja me­ ngeluarkan  Perwali  baru, yakni Perwali No. 58 Tahun 2016 tentang Pengurusan IMB.http://kursrupiah.net/neraca-perdagangan-mei-surplus-usd75-6-juta-rupiah-unggul-38-poin-terhadap-dolar-as/4138/
 Di mana dalam per­ wali tersebut, terdapat se­jumlah kemudahan, salah satu nya  bangunan  di  ba­wah  dua  lantai  tidak  lagi menggunakan desain ban­gunan,  melainkan  cukup dengan denah dua dimensi. “Jadi sekarang ini sudah nggak pakai  desain  kons­truksi,  tapi  cukup  denah saja. Nah karena sudah cukup mudah, maka bisa langsung diuruskan langsung di kecamatan,” kata Erri.
Dia mengatakan, DCTR  mulai  hari  ini  (16/6) mendistribusikan  seban­yak 15 unit komputer ke 15 kecamatan. Sistemnya, dua kecamatan yang ber­dekatan  dijadikan  satu untuk pengurusan IMB di kecamatan. Lebih lanjut Erri mene­ gaskan, sistem pengurusan IMB   di   kecamatan   ini sudah  bisa  diberlakukan mulai minggu depan. Pihak DCKTR akan standby de­ngan  tim  dari  kecamatan membantu  warga  untuk mengurus   IMB.   Warga cukup   membawa   surat sertifikat  tanah,  foto kopi KTP, mengisi form permo­honan, denah rumah ting­gal, dan juga surat penya­taan struktur rumah.
Saat ini yang bisa dilaku­kan  pengurusan  IMB  di kecamatan hanya yang luas maksimalnya  adalah  500 meter persegi dan maksimal dua   lantai.   Sedangkan untuk bangunan tiga lantai, ruko,  dan  selain  rumah tinggal masih harus diurus di UPTSA
Nanti bertahap, tapi kami inginnya yang rumah tinggal di   kecamatan   lang sung, dalam  artian  tim  bukan hanya me nung gu ada orang yang  mengurus  IMB,  tapi juga jemput bola di rumah rumah untuk menyosiali si­ kan dan menagih sudah ada IMB  atau  belum.  Kalau belum ada bisa langsung me­ ngu rus,” kata dia. Disinggung  tidak  digu­ nakan e Kios dalam laya­ nan ini, Erri mene gas kan, sistem

sumber: radar surabaya