KOTA - Lebaran tinggal menghitung hari. Pusat-pusat perbelanjaan di Sidoarjo mulai diramaikan warga. Mereka membeli berbagai perlengkapan untuk menyambut Idul Fitri. Seperti biasa, pusat-pusat perbelanjaan menawarkan diskon beragam. Mulai 20 persen hingga 70 persen. Ada juga promo beli satu gratis satu atau beli dua gratis satu. Hampir semua barang diberi label diskon. Mulai pakaian, tas, sepatu, hingga alat make-up. http://kursrupiah.net/harga-motor-honda-terbaru-semua-tipe-otr-2016/4237/
Salah seorang pramuniaga di salah satu mal di Jalan Pahlawan, Rizky Nur, masyarakat mulai ramai memadati pusat perbelanjaan saat menjelang magrib. “Belanja sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa,” katanya kemarin.
Meski pengunjung sudah berjubel ketimbang awal Ramadan, Rizky menyebutkan keramaian ini belum mencapai puncaknya. Dari tahun-tahun sebelumnya, puncak keramaian pengunjung biasanya terjadi pada H-7 hingga 3 H-3. Dari sekian banyak pilihan produk, yang menjadi favorit adalah baju muslim.
Meta Hardiyanto, warga Desa Bluru Kidul, mengatakan, dirinya sengaja menunggu satu pekan sebelum Lebaran untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Selain banyaknya diskon, tunjangan hari raya (THR) pun sudah keluar. “Saya sengaja menunggu THR keluar dulu agar bisa belanja banyak sekalian,” ujarnya. Datang bersama suaminya, kemarin, Meta memborong beberapa baju muslim dan celana. Tentu saja, yang diburunya adalah barang-barang yang memiliki label diskon.
sumber: radar sidoarjo
Tampilkan postingan dengan label sidoarjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sidoarjo. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Juni 2016
BNN sidoaarjo lakukan tes urin terhadap sopir bus di terminal purabaya
Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo, Polres Sidoarjo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya melakukan pemeriksaan kesiapan armada angkutan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kemarin (24/6), puluhan sopir bus baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dites urine di Terminal Purabaya.
Dipimpin oleh Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo AKBP Supriyanto dan dari Kasatnarkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tribawanto, para sopir bus dipilih secara acak untuk dites urine-nya itu. Dari 20 yang melakukan tes, 17 di antaranya adalah sopir AKAP dan tiga orang sisanya merupakan AKDP. Hasilnya, semua sopir dinyatakan negatif mengkonsumsi narkoba. “Tidak ada yang positif. Kami memang mengutamakan sopir yang perjalanannya jarak jauh,” terang Supriyanto.
Ia menjelaskan sopir bus jarak jauh lebih lebih rentan melakukan penyalahgunaan narkoba. “Mungkin saja ia menkonsumsi narkoba supa ya tidak ngantuk,” jelasnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa membantu menciptakan suasana mudik lebaran yang kondusif. “Supaya penumpang merasa aman,” tuturnya. http://kursrupiah.net/dolar-kembali-menguat-jelang-referendum-uni-eropa-laju-rupiah-bisa-tertahan/4226/
Sementara itu, keamanan di Terminal Purabaya menjadi prioritas bagi arus mudik dan arus balik Lebaran. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya bersama pihak kpolisian memeriksa kesiapan armada angkutan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Secara rutin, kesiapan ar mada bus dicek. Bagi bus yang tidak memenuhi persyaaratan laik jalan, akan dikeluarkan dari ter- minal di Desa Bungurasih, Waru, ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan bus yang dikeluarkan tanpa penumpang itu jika armada bus tidak dilengkapi dokumen administrasi serta alat kelengkapan fisik armada.
sumber: radar sidoarjo
Dipimpin oleh Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo AKBP Supriyanto dan dari Kasatnarkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tribawanto, para sopir bus dipilih secara acak untuk dites urine-nya itu. Dari 20 yang melakukan tes, 17 di antaranya adalah sopir AKAP dan tiga orang sisanya merupakan AKDP. Hasilnya, semua sopir dinyatakan negatif mengkonsumsi narkoba. “Tidak ada yang positif. Kami memang mengutamakan sopir yang perjalanannya jarak jauh,” terang Supriyanto.
Ia menjelaskan sopir bus jarak jauh lebih lebih rentan melakukan penyalahgunaan narkoba. “Mungkin saja ia menkonsumsi narkoba supa ya tidak ngantuk,” jelasnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa membantu menciptakan suasana mudik lebaran yang kondusif. “Supaya penumpang merasa aman,” tuturnya. http://kursrupiah.net/dolar-kembali-menguat-jelang-referendum-uni-eropa-laju-rupiah-bisa-tertahan/4226/
Sementara itu, keamanan di Terminal Purabaya menjadi prioritas bagi arus mudik dan arus balik Lebaran. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya bersama pihak kpolisian memeriksa kesiapan armada angkutan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Secara rutin, kesiapan ar mada bus dicek. Bagi bus yang tidak memenuhi persyaaratan laik jalan, akan dikeluarkan dari ter- minal di Desa Bungurasih, Waru, ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan bus yang dikeluarkan tanpa penumpang itu jika armada bus tidak dilengkapi dokumen administrasi serta alat kelengkapan fisik armada.
sumber: radar sidoarjo
Sabtu, 18 Juni 2016
Ponpes "MAS" Desa Krembangan, Sidoarjo
Persis di tepi Sungai Brantas, Dusun Dungduro, Desa Krembangan, Kecamatan Taman, berdiri Pondok Pesantren Mas. Ponpes ini tergolong baru karena didirikan pada 21 Rabiul Awal 1421 Hijriah atau 21 Juni 2000. Para kiai yang tercatat sebagai pendiri antara lain KH Muslich Bin Ali (almarhum), KH Mas Nur Mufid, MA Bin Ali Bin Hanbali, Nailil Muna Binti Toha (istri Ali Bin Hanbali), Dr H Abdul Mujib, KH M Hilmi Bin Ali Bin Hanbali, dan KH Abdul Jalil Bin Baqir. Pelan tapi pasti, ponpes ini terus menarik minat para santri dari berbagai pelosok Jawa Timur, bahkan kota-kota lain di tanah air. Mengapa memilih nama Mas? Nur Mufid, pendiri dan pengurus Ponpes Mas menjelaskan, kata ‘Mas’ mudah diucapkan dan disukai banyak orang seperti mas (emas). Karena itu, tujuan ponpes ini adalah untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan mendewasakan para santri. Itu semua melalui proses takziyah dan tanwir (penyucian dan pencerahan), tilawah, talqin, dan takwid (pembacaan teks suci, indoktrinasi nilai, dan pembiasan atau praktik-praktik perilaku islami); dan proses taklim dan tadris (pembelajaran dan transformasi pengetahuan). http://kursrupiah.net/pemangkasan-bi-rate-direspon-positif-rupiah-tutup-akhir-pekan-di-zona-hijau/4180/
Pendidikan di Ponpes Mas ini sangat mengutamakan kemandirian. “Jadi, setelah lulus mereka mampu mandiri dan berguna di masyarakat,” katanya kemarin. Sehari-hari hampir semua kegiatan ponpes diserahkan kepada para santri. Contohnya memasak. Baik santri maupun santriwati dibagi beberapa kelompok masing-masing delapan orang. Setiap harinya mereka harus menyajikan makanan untuk semua santri. “Tapi masih ada koki sebagai pengawas,” ungkapnya. Selain itu, para santri juga diserahi hewan ternak seperti ayam, kambing, dan sapi untuk dijaga dan dirawat. “Mereka sendiri yang memberi makan,” tuturnya.
Dengan begitu, para santri dibekali keberanian, kejujuran, dan akhlak agar mampu merdeka. “Merdeka di sini berarti seutuhnya. Merdeka politik, ekonomi, dan sosial,” ungkapnya.
Pada 2007 Ponpes Mas mendirikan Madrasah Nasyiíin PP Mas. Yakni program paket pendidikan selama enam tahun secara berkelanjutan. Tujuan- nya agar para santri dididik secara spiritual, emosional, moral, intelektual, jasmani, dan potensi sosial. “Jika sudah menginjak kelas empat hingga tingkat aliyah, mereka menggunakan bahasa Arab,” katanya.
Pendidikan di Ponpes Mas ini sangat mengutamakan kemandirian. “Jadi, setelah lulus mereka mampu mandiri dan berguna di masyarakat,” katanya kemarin. Sehari-hari hampir semua kegiatan ponpes diserahkan kepada para santri. Contohnya memasak. Baik santri maupun santriwati dibagi beberapa kelompok masing-masing delapan orang. Setiap harinya mereka harus menyajikan makanan untuk semua santri. “Tapi masih ada koki sebagai pengawas,” ungkapnya. Selain itu, para santri juga diserahi hewan ternak seperti ayam, kambing, dan sapi untuk dijaga dan dirawat. “Mereka sendiri yang memberi makan,” tuturnya.
Dengan begitu, para santri dibekali keberanian, kejujuran, dan akhlak agar mampu merdeka. “Merdeka di sini berarti seutuhnya. Merdeka politik, ekonomi, dan sosial,” ungkapnya.
Pada 2007 Ponpes Mas mendirikan Madrasah Nasyiíin PP Mas. Yakni program paket pendidikan selama enam tahun secara berkelanjutan. Tujuan- nya agar para santri dididik secara spiritual, emosional, moral, intelektual, jasmani, dan potensi sosial. “Jika sudah menginjak kelas empat hingga tingkat aliyah, mereka menggunakan bahasa Arab,” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)